MAN 2 Flores Timur Terapkan Pembelajaran Adaptif di Luar Kelas
LAMAKERA – Rangkaian gempa bumi yang mengguncang wilayah Lamakera, Solor, dan sekitarnya dalam sepekan terakhir memberikan dampak signifikan pada sarana pendidikan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Flores Timur melaporkan sejumlah kerusakan fasilitas gedung yang memerlukan penanganan serius.
Detail Kerusakan Bangunan
Kerusakan pada Gedung Asrama MAN 2 Flotim terlihat cukup merata, meliputi keretakan pada dinding bagian dalam dan luar. Selain itu, struktur tiang penyangga di lantai satu dan dua asrama juga mengalami retak-retak yang memerlukan perhatian teknis.
Sementara itu, kerusakan di blok ruang kelas terpantau pada struktur sudut-sudut ruangan. Kondisi paling mengkhawatirkan ditemukan pada blok kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar harian, di mana plafon atap—baik di area dalam maupun luar kelas—telah ambruk akibat guncangan.
Evakuasi dan Keselamatan Siswa
Meskipun kerusakan fisik cukup signifikan, pihak madrasah mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat gempa berkekuatan M4.8 terjadi, ruang kelas sedang dalam keadaan kosong karena tidak ada aktivitas belajar mengajar di dalamnya.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, pihak sekolah telah mengambil tindakan cepat:
- Evakuasi Asrama: Seluruh peserta didik yang tinggal di asrama telah dievakuasi ke titik kumpul yang dinyatakan aman.
- Sterilisasi Area: Area bangunan yang mengalami kerusakan plafon dan retak struktur untuk sementara waktu dikosongkan guna menghindari risiko reruntuhan susulan.
Wakamad Sarana dan Prasasarana MAN 2 Flores Timur saat ini tengah melakukan pendataan mendalam yang dilaporkan ke Badan Penanganan Bencana Dareah Kabupaten Flotim terkait total kerugian dan kebutuhan perbaikan agar fasilitas pendidikan dapat segera difungsikan kembali secara normal.
BPBD Flotim Lakukan Peninjauan Teknis
Merespons laporan tersebut, tim survei dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Rabu (15/04). Tim BPBD menyisir titik-titik bangunan yang terdampak untuk melakukan pendataan dan dokumentasi teknis.
Kunjungan ini didampingi langsung oleh Wakamad Akademik bersama tim sarana prasarana madrasah. Pihak sekolah mengapresiasi gerak cepat BPBD dalam memverifikasi tingkat kerusakan, terutama pada struktur bangunan yang mengalami keretakan dan ambruknya plafon.
Modifikasi Kurikulum
Dalam pelaksanaannya, para guru di MAN 2 Flotim melakukan modifikasi pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Metode pembelajaran dibuat lebih fleksibel dan adaptif menyesuaikan kondisi di lapangan, tanpa mengurangi esensi materi yang harus disampaikan kepada siswa.
“Kebijakan pembelajaran adaptif, aman, dan fleksibel ini ditempuh demi menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik di tengah kondisi darurat,” pernyataan resmi Kepala Madrasah MAN 2 Flotim (18/04).
Meskipun harus belajar dengan fasilitas seadanya di bawah tenda atau area terbuka, semangat para siswa terlihat tetap terjaga. Pihak sekolah terus memantau perkembangan situasi dari BMKG sebelum nantinya memutuskan kapan aktivitas belajar di dalam kelas dapat kembali normal.
Editor. Humas MAN 2 Flotim